MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN NUTRI-SRI

NUTRI-SRIMENGEMBALIKAN PRODUKSIFITAS LAHAN PERTANAIAN

Pemakaian pupuk Anorganik yang terus menurus dalam waktu lama ternyata dapat berakibat buruk bagi kondisi hara tanah. Pupuk anorganik yang terakumulasi dengan tanah akan berakibat kekurangan hara. Tanah yang selalu di pupuk anorganik akan menjadi keras, dan sulit diolah dan pertumbuhan tanaman terganggu. Pemanfaatan pupuk Organik untuk tanah pertanian dapat membantu memperbaiki struktur tanah, akan meningkatkan permaebilitas tanah, dan akan mengurangi ketergantungan tanah pada pupuk anorganik / Pupuk kimia pabrik.

Pupuk Organik dapat sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Adanya pupuk organik dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme tanah, hasilnya tanah menjadi gembur.

Cara kerja pupuk organik untuk membantu proses pertumbuhan dan dapat meningkatkan produktivitas tanah secara fisik, kimia dan biologi.

Fisik   :

  • Tanah jadi gembur
  • Memperbaiki aerasi dan drainase
  • Pengikatan antar-partikel dapat meningkat
  • Dapat mencegah erosi dan longsor
  • Merevitalisasi daya olah tanah akan terjadi

Kimia:

  • Kapasitas tukar kation (KTK) akan bertambah
  • Ketersediaan unsur hara akan bertambah
  • Proses pelapukan bahan mineral lebih mudah

Biologi :

  • Sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah seperti bakteri, serta mikroorganisme menguntungkan lainnya, sehingga perkembangannya cepat.

Sangat diperlukan sosialisasi yang berkesinambungan untuk memperkenalkan petani tentang manfaat keunggulan dan keuntungan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik / pupuk kimia. Selain itu, harga pupuk organik di pasaran lebih murah dibandingkan dengan harga pupuk anorganik / pupuk kimia. Penggunaan pupuk organik bisa menekan biaya usaha tani dan juga meningkatkan hasil pertaniannya secara maksimal.

MENINGKATKAN KWALITAS PRODUKSI

Tanaman yang diberi pupuk organik bisa lebih berkualitas. Tanaman sayuran dipupuk dengan pupuk organik akan lebih segar dan rasanya enak, dan daya simpannya lebih lama. Misalnya, Ketimun organik bisa disimpan selama 3-4 minggu, sedangkan ketimun non-organik hanya tahan disimpan 1-2 minggu. Sawi – tomat organik bisa tahan disimpan sampai satu minggu, sedangkan sawi – tomat non-organik hanya bertahan kurang dari satu minggu. Selain tahan lebih lama, sawi – tomat organik juga memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan sawi – tomat non-organik, yakni sekitar 2 ons per buah. Seledri organik bisa tahan disimpan selama selama tujuh hari, sedangkan seledri non-organik hanya tahan disimpan dua hari.

Buah-buahan pun kualitasnya menjadi lebih baik dengan pupuk organik. Tanaman salak yang dipupuk menggunakan pupuk organik dapat menghasilkan buah yang rasanya lebih manis. Daya persentase bunga yang menjadi buah jauh lebih banyak. Bagitu pula makanan yang diolah dari bahan organik pun daya simpannya lebih lama. Nasi dari beras organik bisa tahan selama 24 jam tanpa dimasukkan ke dalam alat pemanas elektrik (rice cooker), nasi dari beras anorganik hanya tahan disimpan selama 12 jam. Keunggulan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik dapat dilihat pada tabel berikut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s